:
Ya, Belajar Bahasa Inggris Itu Investasi

LEARN ENGLISH MAKE FRIENDS !!!!!!!

LEARN ENGLISH MAKE FRIENDS !!!!!!!
..:: WELCOME TO THE R.I.A.N.N.A'S BLOG FOREVER ::.. ..:: HAVE A NICE BLOGGING ::.. ..:: THREE CHEERS FOR R.I.A.N.N.A S.O.U.L ::.. ..:: WHAT THE FUCK WITH YOU ::.. <<< THANKSGIVING >>>

Sabtu, 12 Maret 2011

Ya, Belajar Bahasa Inggris Itu Investasi

Investasi adalah kata serapan yang berasal dari kata Bahasa Inggris ‘to invest’, yang artinya menanamkan uang atau modal. Berbicara tentang investasi, pada umumnya yang muncul dalam pikiran kita adalah menanamkan modal dalam bentuk uang agar dapat menghasilkan keuntungan berlebih. Misalnya kita punya uang dibelikan saham, dibelikan properti, ikut nitip modal dalam suatu badan usaha, dan semacamnya, yang jelas berharap keuntungan besar.
Investasi dilakukan untuk mendapatkan keuntungan. Namun demikian tidak selalu keuntungan itu begitu gampang kepegang tangan. Salah-salah bukannya untung yang didapat, tetapi malah buntung alias modalnya ikut melayang. Oleh karenanya, perlu dihitung dengan teliti untung dan ruginya, serta resiko yang mungkin terjadi sebelum menanamkan uang. Jangan keburu menggebu dengan untung besar sebab biasanya keuntungan berbanding lurus dengan resiko.
Lalu apa ada investasi yang tidak beresiko tetapi pasti untung? Ada! Investasi itu tidak selalu uang bentuknya.
Beberapa jenis investasi, misalnya:
1. Investasi amal
Investasi ini sebenarnya yang paling gampang, tapi kenyataanya sulit dilakukan. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan di akherat. Kesempatannya hanya sekali: selama kita masih hidup. Dilakukan dengan banyak berbuat baik kepada sesama dan lingkungan, selain tentunya kepada Tuhan.
2. Investasi sahabat atau relasi
Berusaha selalu mendapat banyak sahabat. Orang bilang banyak sahabat berarti banyak rejeki. Benar juga, karena Tuhan memberi rejeki kepada umat-Nya melalui tangan orang lain, tidak jatuh dari langit. Relasi yang luas menjadi sangat penting artinya bila kita memutuskan untuk memulai suatu bisnis (bisnis online, misalnya).
3. Investasi leher ke atas (saya pinjam istilah Mas Mufli, hasil seminar dari Pak Tung Dasem Waringin)
Artinya investasi ilmu. Ini tidak terbatas pada ilmu di sekolah saja. Manusia harus mencari ilmu sepanjang hayat, harus selalu belajar. Belajar apa saja tentang hal yang positif. Seringkali suatu ilmu baru dirasakan manfaatnya setelah sekian lama, dan seakan tidak ada manfaatnya saat dipelajari. Investasilah ilmu supaya tidak menyesal kemudian, sebab biasanya pada saat menyesal kita baru mengetahui manfaatnya. ‘Seandainya dulu saya belajar…………’ Sudah terlambat!
4. Investasi uang
Ini investasi yang paling populer, tujuannya untuk mendapatkan keuntungan materi atau finansial dalam jangka waktu tertentu.
Belajar Bahasa Inggris termasuk investasi? Ya, sangat setuju! Ini termasuk investasi leher ke atas, artinya investasi ilmu. Jenis investasi yang tidak pernah rugi tetapi untung terus. Bagaimana tidak, kita pakai sendiri juga untung. Semakin diajarkan kepada orang lain, ilmunya semakin bertambah, tidak berkurang. Kalau kita bisa dan mengajari orang lain untuk bisa, apa ilmu kita jadi berkurang dan habis? Tidak ! Justru kita tambah pinter. Aneh, memang!
Hasil yang didapat dari sebuah investasi, biasanya relatif berjangka panjang. Maklum yang namanya investasi itu memerlukan proses. Ibarat orang menanam, harus sabar untuk memetik hasilnya. Demikin pula dalam belajar Bahasa Inggris, sabar tapi pasti.
Lalu keuntungan apa yang didapat dari investasi belajar Bahasa Inggris? Setidak-tidaknya manfaat di bawah ini bisa dijadikan pemacu semangat:
1. gengsi
Belajar Bahasa Inggris untuk gengsi? Tentu tidak! Tetapi berdasar pengalaman, siswa yang pinter Bahasa Inggris biasanya ditunjuk untuk mewakili sekolah dalam event yang berhubungan dengan bahasa ini, misalnya: Speech Contest, Poetry Reading, Writing Contest, dan sebagainya. Sesuatu yang bergengsi tentunya. Apalagi bila sang utusan bisa menjadi juara, gengsi sekolahan ikut naik.
2. Uang atau materi
Waktu kuliah pinter Bahasa Inggris, bisa mencari penghasilan tambahan dengan memberi les. Membantu belajar anak tetangga pun bisa dapat uang. Atau jadi pramu wisata paruh waktu / free lance, juga bisa jadi sumber uang. Bagi beberapa orang bahkan penghidupan atau profesinya dalam bidang Bahasa Inggris ini.
3. Penunjang studi
Memutuskan untuk meneruskan pendidikan ke luar negeri? Bila ya, maka kemampuan untuk berbahasa Inggris adalah mutlak. Bahkan disyaratkan mencapai nilai tertentu untuk TOEFL-nya. Sekalipun tidak ke luar negeri, literatur perkuliahan masih banyak yang ditulis dalam Bahasa Inggris. Jadi menguasai Bahasa Inggris adalah suatu keuntungan.
4. Kesempatan kerja
Masih banyak kok kesempatan kerja, buktinya di koran-koran masih berjibun lowongan kerja diiklankan. Masalahnya banyak dari kta yang kurang qualified untuk mengisinya. Coba amati betapa banyak iklan yang mensyaratkan kemampuan Bahasa Inggris. Artinya pada saat kita membaca iklan itu saja, kita sudah menghadapi seleksi awal. Kalau kita merasa tidak bisa memenuhi, sama halnya kita sudah tersisihkan duluan oleh diri kita sendiri. Suatu bukti bahwa bisa Bahasa Inggris itu lebih mempunyai kesempatan.
5. Peningkatan karir
Bagi yang memang melanjutkan studi dan mengambil jurusan Bahasa Inggris, tentunya bisa menjadi tenaga profesional, misalnya: guru Bahasa Inggris, dosen, penerjemah, juru bahasa, staf di kedutaan dan sebagainya. Bagi yang berkarir di bidang lain seperti: accounting, marketing, peneliti, tenaga ahli di laboraturium dan posisi lain, kemampuan Bahasa Inggris mempunyai nilai plus. Dalam promosi jabatan, pelatihan ke luar negeri atau kesempatan berharga yang semacam itu biasanya kemapuan Bahasa Inggris akan menjadi penunjang karir.
6. Motivasi anak
Sebelum kita bangga dengan anak kita, buatlah anak bangga dulu dengan orang tuanya. Kalau kita bilang pada anak: ‘Wah ayah bangga dengan kamu karena kamu pinter Bahasa Inggris’. Akan lebih bagus kalau komentar anak kita begini: ‘Kan bapak (atau ibu) jagonya!’ Seringkali orang tua menjadi figur yang dikagumi anak, dengan demikain apabila kita bisa, selain bisa membantu belajar anak akan dapat menjadi motivasi besar bagi mereka.
Fenomena yang sekarang bisa kita amati adalah bahwa kemampuan Bahasa Inggris dan kemampuan akan tehnologi informasi/komputer sudah menjadi keharusan, bukan lagi sebagai kebutuhan atau bankan sekedar pilihan. Ready or not, this era is coming! Masalahnya hidup memang tetap penuh dengan pilihan. Selanjutnya terserah anda!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar